ARTIKEL
ANALISA AIR
ANALISA AIR
Analisa Air
Pengertian dan Metode
Analisis air merupakan cara untuk mengetahui kondisi dan kualitas air yang digunakan dalam berbagai pengolahan air di pabrik pabrik, termasuk air boiler, air pendingin/Cooling water, pengolahan air bersih, WTP, dan pengolahan air limbah,WWTP.
Dalam rangka mengoperasikan berbagai pengolahan air dengan aman dan efisien, pengendalian kualitas air yang sesuai harus dilakukan berdasarkan data analisis air. Analisis air juga memberikan data dasar untuk menentukan penyebab berbagai masalah yang terjadi dalam pengolahan air, seperti korosi, pembentukan kerak, dan kontaminasi biologis , kekeruhan, warna dan lain lain.
Tujuan Analisis Air
Tujuan dari analisis air dapat dibagi menjadi dua kategori:
Titik terpenting dalam analisis air adalah memilih metode analisis yang paling sesuai, termasuk item analisis, metode pengambilan sampel, metode penyimpanan sampel, dan sebagainya, sesuai dengan tujuan analisis.
Metode Pengambilan Sampel dan Penyimpanan Sampel
Pengambilan sampel adalah langkah pertama dalam analisis air. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, tujuan analisis harus dipahami dengan baik untuk mendapatkan sampel yang mewakili karakteristik pabrik yang dituju. Titik pengambilan sampel, waktu pengambilan, frekuensi pengambilan, dll., ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi operasi pabrik, seperti flow air, suhu, dan fluktuasi kualitas air. Karena kualitas sampel cenderung berubah selama penyimpanan, sampel harus disimpan dengan tepat untuk mempertahankan karakteristiknya hingga analisis dimulai.
(1) Pengambilan Sampel dan Botol Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan botol pengambilan sampel atau alat pengambil sampel air sesuai dengan kondisi titik pengambilan sampel.
Botol plastik polypropylene umumnya digunakan ketika sampel diambil langsung dari permukaan sungai, danau, atau dari pipa saluran.
Botol plastik tahan panas biasanya digunakan untuk air boiler dan air pendingin .
Alat pengambil sampel air digunakan untuk mengambil sampel dari kedalaman tertentu di sungai, danau. Alat pengambilan sampel seperti sampler berputar, sampler Bandon, atau sampler jenis Heyroht sering digunakan. Sampel yang diambil oleh alat pengambil sampel kemudian dipindahkan ke dalam botol pengambilan sampel.
Botol pengambilan sampel harus dibersihkan sebelum digunakan dan dibilas dengan air sampel sebanyak 4 hingga 5 kali sebelum sampel diambil. Air sampel diisi dengan sempurna ke dalam botol dan botol ditutup untuk menghilangkan ruang udara di dalam botol. Nama sampel, titik pengambilan sampel, dan sebagainya dicatat di botol pengambilan sampel.
(2) Penyimpanan Sampel
Kualitas sampel cenderung berubah selama penyimpanan, sehingga sampel sebaiknya dianalisis sesegera mungkin. Perubahan berikut dalam kualitas air akan terjadi selama penyimpanan:
Perubahan dalam konsentrasi gas terlarut.
Perubahan dalam pH dan alkalinitas akibat pelarutan atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2).
Pengendapan garam-garam terlarut yang keras, seperti kalsium karbonat dan hidroksida besi, akibat perubahan pH, alkalinitas, suhu, valensi besi logam, dan sebagainya.
Perubahan jumlah bakteri akibat pertumbuhan atau kematian mikroorganisme.
Perubahan dalam konsentrasi dan struktur senyawa nitrogen atau fosfor akibat metabolisme atau reaksi kimia.
Untuk mencegah atau meminimalkan perubahan ini, sampel disimpan di tempat yang sejuk dan gelap. Terkadang, sampel diproses sebelum diangkut atau disimpan menggunakan bahan kimia tertentu.
Bahkan dalam kasus item analisis yang sama, metode yang paling sesuai harus dipilih sesuai dengan rentang konsentrasi yang akan diukur, jenis dan konsentrasi zat-zat yang ada bersamaan, dll.
Author : Yan Warlian